Bersua Ria Banner
Bersua Ria Banner

Ratta Bill’s Influence Palette

Ratta Bill berbagi sebuah daftar lagu yang menjadi bahan inspirasi dalam berkarya.
6 Six Songs to Know Ratta Bill
Image by Ratta Bill

Pada episode Six Songs to Know kali ini, Ratta Bill (Bedchamber, Glyph Talk) membagikan sebuah daftar lagu yang berisikan palet suara yang menjadi bahan inspirasi Ratta dalam menorehkan karya bermusiknya. Menghadirkan nama-nama dari rekan satu labelnya Jirapah, ke Parquet Courts hingga Grimes.

Apa sih arti sebuah playlist untuk Ratta?

Menurut gue, playlist itu sifatnya sangat personal. Selain bisa mempermudah kita dalam menyortir lagu, playlist juga bisa memantik rasa baru saat mendengar tiap lagu di dalamnya. Semua tergantung bagaimana dan dasar alasan kita saat membuat playlist tersebut, bisa sangat kasual, atau sangat sentimental. Haha.

Apa arti di balik playlist/mixtape “Influence Palette” yang Ratta buat ini?

Sesuai namanya, playlist ini berisikan lagu-lagu yang telah menghiasi masa-masa 20-an awal gue dan secara langsung ataupun tidak langsung telah menginspirasi gue dalam musik-musik yang gue bikin di Bedchamber dan Glyph Talk.

Highlights

Pada bagian ini Ratta membedah 6 lagu dari playlist di atas yang menjadi highlights baginya:

1. DIIV: “Past Lives”

Album Oshin milik DIIV bisa dibilang album paling berpengaruh buat gue, karena mungkin Bedchamber gak akan ada tanpa album ini. Anehnya, waktu album ini rilis, gue bahkan gak ngerti cara menikmati albumnya. Vokalnya reverby banget, songwriting-nya monotonoussound-nya pun hampir semuanya berisi layer gitar. Tapi seiring waktu berjalan album ini tumbuh di dalam diri gue hingga sekarang album ini selalu punya tempat di hati gue. Haha.

2. Alex G: “Gretel”

Alex G adalah musisi yang seru kalau kita terjun rabbit holenya Alex Giannascoli ini dan menemukan banyak unreleased tracks dengan gaya penulisan lagu yang super random dan cuek. Bahkan beberapa lagu dia yang jadi favorit gue adalah lagu-lagu yang gak dirilis padahal enak banget menurut gue. Intinya suka banget sama spiritnya, sebagai musisi muda, jumlah lagu dia yang bertebaran di seluk beluk internet bisa jadi juga lebih banyak dari jumlah post instagramnya. Haha.

3. Omni: “Earrings”

Meski mereka adalah trio yang solid. Gue pribadi ngefans banget sama permainan gitarnya Frankie Broyles. Selain di Omni, Broyles juga pernah main di Deerhunter, Balkans, dan mengeluarkan album solo. Semua isian gitarnya super liar tapi popnya masih dapet buat gue. Sangat susah untuk bisa mendapatkan sensibilitas permainan gitar dengan balance seperti itu menurut gue.

4. Jirapah: “I Too Was a Teenager”

Jirapah mungkin adalah band yang paling berpengaruh buat gue di Indonesia. Waktu gue menemukan Jirapah di sekitar tahun 2010-an, gue menemukan excitement yang mirip seperti saat gue mendengarkan Alex G sekarang, di mana seru banget mencari-cari lagu Jirapah di seluk beluk internet. Jirapah juga salah satu band lokal yang menurut gue paling liar di ranah pop independen namun tetap kuat warna musiknya. Mereka juga punya style untuk selalu membawakan lagu dengan aransemen yang berbeda-beda di setiap panggung, itu jadi salah satu alasan gue selalu berusaha hadir di tiap panggung Jirapah.

5. Parquet Courts: “Sunbathing Animal”

Pertama kali gue terkesima dengan Parquet Courts adalah saat pertama kali gue mendengarkan lagu “Sunbathing Animal”. Mereka bisa bikin lagu yang konstan “duk tak duk tak” selama 4 menit jadi seru banget dengan energi mereka yang sangat raw dan lirik jenaka yang mereka tunjukkan di lagu mereka. Satu hal yang bikin gue ngefans sama mereka juga karena vokalisnya, Andrew Savage, juga merupakan seniman dengan karya-karya yang seru. Bisa dilihat dari artwork di tiap album mereka.

6. Grimes: “Genesis”

Kalau Grimes ini adalah seseorang yang sangat multitalented dan inspiring buat gue. Hampir semua album dia dikerjakan sendiri dari segi songwritingpost-production, hingga video directing. Meski sekarang banyak banget dramanya, Grimes adalah salah satu sosok yang paling original buat gue. Gue beruntung banget pernah nonton Grimes secara live 2x. Hehe.

Kalau diibaratkan sebuah objek/perwujudan, kira-kira hal apa yang merepresentasikan playlist ini?

Seperti kota New York kali ya. [Haha] Sebagai orang yang belum pernah ke New York, gue selalu punya obsesi terhadap subkultur di sana. Mungkin orang-orang akan bilang kalau karya-karya gue banyak yang pretensius karena kurang merefleksikan lingkungan dan realita gue yang sesungguhnya. Tapi buat gue justru fantasi ini lah yang selalu jadi bahan bakar gue untuk berkarya. Jadi gue udah gak pernah banyak mikir lagi, yang penting gue suka sama hasil akhirnya. Haha.

Ilustrasi oleh Djoko Ikhsan

Click this link to listen to Influence Palette by Ratta Bill

https://open.spotify.com/embed/playlist/2JOAkzuzPxbT5eObCGLX2W?utm_source=generator

Written by

Share this article

Stay up to date with our content.

Written by

Share this article

Stay up to date with our content.

Bersua Ria Banner

COMMENTS

POPULAR STORIES

MORE ON KULTUR EKSTENSIF

Digital Shitpost account meets underground artistry, see the full collection here.

EXPLORE THE CULTURE,
ENGAGED WITH THE SCENE

Kultur Ekstensif is an independent curatorial media that explores in-depth on culture, lifestyle and everything in between. Our editorial content is not influenced by any commissions.

Subscribe to our newsletter

EXPLORE THE CULTURE,
ENGAGED WITH THE SCENE

Kultur Ekstensif is an independent curatorial media that explores in-depth on culture, lifestyle and everything in between. Our editorial content is not influenced by any commissions.

Stay up to date with our content.

Mixtape This Week