Search
Close this search box.
Search
Close this search box.
Bersua Ria Banner
Bersua Ria Banner

Dwiky K.A is A Never-landed Rocketship

Not to be exaggerating, but he doesn't know how to pull off the break, from street to the stage.
Volkgaze Dwiky KA
Photo by Dwiky KA

A never-landed rocket ship, Dwiky K.A is just going further and further away. Started right off from our city and flew away across Shibuya and Stuttgart, Dwiky has been pushing all the border on the road. His bizarre-unique artwork has been placed himself on the spotlight, both in national and international scenery. Top of the notch, we might heard how he passed the gate of Vans Off the Wall, as they launched a limited collaboration series, “PLANET WKWK 99X”. As busy as a bee, thanks to Mr.Dwiky for making his time to share and discuss about his career and everything in between.

Here is some of our chat with Dwiky K.A. Take a look all of it, he slips something you might don’t know.


First, boleh dong perkenalan sedikit..

Halo, saya Dwiky, Ilustrator, Visual artist dan warga baik-baik.

Sejak kapan Dwiky KA memulai karir sebagai artist?

Saya kurang begitu yakin sejak kapan label artist saya amini, karena sampai sekarang juga tidak tau apakah saya ini benar-benar artist, haha. Jika dibilang berkarya, saya sudah memulainya dari sangat kecil, diawali dari menggambar, membuat komik, hingga melanjutkan itu ke studi akademis di jurusan Desain Komunikasi Visual. Setelahnya saya baru menentukan fokus ke seni visual dan bekerja sebagai illustrator hingga sekarang.

Boleh cerita dong, bagaimana seorang Dwiky KA start getting noticed by people?

Saya kira ketika saya mulai aktif membuat poster-poster untuk acara musik bawah tanah di tahun 2016, karena begitu banyak di sebarkan dan dipublikasikan oleh media. kemudian sempat memenangi event Thursday Noise di Jakarta, dan setelahnya membuat desain sampul majalah Rolling Stone. Seiring berjalannya waktu kolaborasi-kolaborasipun banyak terjadi baik project komersil maupun inisiatif bersama musisi dan brand-brand fashion lain, sehingga itu juga mendorong jangkauan yang lebih luas ke banyak audience.

Bagaimana “live a life as an artist” dari perspective seorang Dwiky KA?

Menurut saya hidup menjadi seniman adalah ruang dimana manusia bisa bersentuhan langsung dengan dunia sebenarnya. Di sini saya selalu merasa tertantang dengan kemungkinan-kemungkin baru, belajar, dan berani memaparkan sesuatu di semua situasi yang sedang terjadi. Di dalam dunia yang saya tekuni, beruntungnya saya bisa melihat seluruh orang menjadi telanjang yang mana artinya tidak terkotak kan oleh status, reputasi, jabatan, dan apapun itu.

Bagaimana Dwiky KA survive sebagai penggiat seni atau pekerja kreatif?

Untuk bisa survive, dalam berkarya saya membaginya menjadi dua, satu sisi saya adalah Ilustrator, yang mana saya lekat dengan industri kreatif yang komersil dan mendapatkan penghasilan utama dari sini. Di satu sisi saya sebagai seniman visual, membuat karya dan project-project seni inisiatif tanpa tendensi komersil. Kedua ini menurut saya keduanya memiliki tujuan yang sama pentingnya dan harus balance. Ilustrator untuk bertahan hidup, dan melakukan project inisiatif untuk menjaga saya tetap waras, kreatif, dan memperkaya gagasan.

Image by Dwiky KA

Apa sih behind the scene dari slang khas Dwiky KA, seperti JANCOX atau WKWK yang jadi signature dari karya Dwiky KA?

Kata-kata ini (jancox/ jancok) selalu digunakan di kehidupan sehari-hari saya dari kecil hingga sekarang, mau di lingkungan rumah, tongkrongan, kerjaan, dan dimanapun. Sebagai orang Surabaya rasanya kurang “mantap” ketika kata ini tidak diimbuhkan di sela-sela dialog atau hanya sekedar sapaan. Selain sebagai identitas, kata ini menurut saya adalah representasi dari simbol keharmonisan, pertemanan, dan kekeluargaan, karena sebenarnya kata ini bisa hanya muncul ketika seseorang sudah sangat akrab dan saling sepakat. Sedangkan WKWK, adalah cerminan text yang yang menggambarkan sikap tertawa buatan asli orang Indonesia (saya sebenarnya tidak mengerti bagaimana awalnya text ini muncul dan menjadi branding Indonesia). Saya melihat Indonesia memiliki kultur humor yang dinamis dan sangat kaya, humor di Indonesia juga alat pemersatu bangsa yang mana lewat humor bisa membuat semua orang mampu melebur tanpa melihat batasan suku, ras, dan kalangan.

Dari tahun ke tahun, bagaimana Dwiky KA keep improving his style dari karya-karya yang ada?

Dalam berkarya selalu terpengaruh dari situasi dan keadaan yang muncul. Hal ini memberi saya reaksi dalam menerjemahkan hal-hal yang telah saya lihat ke berbagai bentuk visual, seringkali ini terjadi begitu spontan.

You seem never out of idea, darimana sih dapet inspirasi itu? Do you have any favourite artist, designer or figure that influence you the most?

Saya mendapat Ide dari mana saja, bisa dari buku yang sedang saya baca, musik yang sedang didengarkan, bahkan percakapan sehari-sehari yang menurut saya menarik untuk diangkat, kemungkinannya sangat banyak. Untuk seniman dan designer favorit ada beberapa nama yang bagus menurut saya, beberapa diantaranya seperti Charles burns, James Jean, jamie hewlett, Heri Dono, Luigi Serafini, Katsuhiro Otomo, Robert Crumb, Rick Griffin.

Image by Dwiky KA

LABRAX was a dope solo exhibition, bagaimana seorang Dwiky KA “goes to Japan”? Tell us your story

Ini sebenarnya terjadi karena jaringan perteman yang ada. Proses hinggasampai terjadinya pameran ini berlangsung secara bertahap dan memakan 2 tahun lamanya. Awalnya saya telah mengenal dengan satu orang yang cukup berpengaruh dengan kultur fashion juga industri hiburan di Jepang, bernama Reiji. Awalnya saya membantu dia untuk membuat desain poster acaranya bernama YAGIBOY, diadakan di PARCO Shibuya tahun 2019. Poster yang saya buat mendapat banyak respon postif di Jepang waktu itu, sampai akhirnya saya berteman baik denga Reiji, juga pihak PARCO. kemudian di awal tahun 2020 saya memiliki rencana menggelar pameran tunggal di Jepang dan menghubungi teman asal Indonesia yang sekaligus menjadi kurator pameran saya bernama Vloqee, dan pada akhirnya kami semua sepakat berkat bantuan Reiji untuk menggelar pameran ini di Gallery-X PARCO. Pameran ini menjadi awal dan satu-satunya yang telah digelar oleh PARCO dengan menampilkan dari Indonesia, sehingga momen ini menjadi fenomena baru di Tokyo dan ramai di tengah berjalannya Olympic disana.

Soal “PLANET WKWKW-99X”, gimana sih awal bisa terjadinya kolaborasi itu dengan VANS? Boleh cerita dong pengalamannya masuk ke VANS gallery?

Saya pertama dihubungi melalui DM Instagram oleh seseorang dari pihak VANS pusat yang mana saya tidak saling kenal sebelumnya. Sebenarnya sangat sederhana seperti tawaran comission project pada umumnya. Saat itu saya ditawari sekedar apakah bersedia untuk berkolaborasi dengan VANS, dan saya meg-iyakan itu. Tanpa disadari ketika detail kerjasamanya dikirim melalui email, ternyata di kolaborasi ini saya ditunjuk unutk merancang sepatu dan apparel, yang kemudian dirilis secara global. Prosesnya dimulai dari awal tahun 2020 awal dan dirilis di musim panas
2021.

Are you working on some projects right now? Atau mungkin ada planning untuk bikin exhibition lagi dalam waktu dekat?

Dalam waktu dekat saya memiliki program seni di Stuttgart dengan menampilkan karya instalasi dan performance bersama kolektif seni bernama HONF. Dan beberapa pameran bersama di dalam negeri,

Menurut Dwiky KA, bagaimana berkembangan skena seni atau desain lokal, khususnya di Surabaya atau kota-kota lain?

Perkembangan di setiap kota saya kira berjalan dengan seimbang, semuanya bergerak secara dinamis baik dari segi kekaryaan, medium, dan gagasan yang tercipta antar pelakunya. Tidak sedikit pula seniman di berbagai kota membawa karyanya hingga ke jangkauan Internasional. Sistem pendistribusian juga semakin hari semakin baik, semua saling membantu dan mendukung sehingga terjadilah pasar dan fasilitas yang baik untuk menjadikan para seniman semakin semangat dan aktif.

Image by Dwiky KA

Last, would you give some words, untuk para artist atau pekerja industry creative di luar sana agar tetap dan terus berkarya?

“Berkarya saja dengan waras dan tidak mengenal batasan”

Dwiky KA

Perbanyak teman antar sesama pelaku kreatif dan adakan banyak program bersama seperti kolaborasi, karena akan terjadi begitu banyak kemungkinan yang berguna untuk sesama. Tetap berstrategi agar tidak mati di pusaran kemajuan informasi! dan yang terpenting, jangan mudah puas! 🙂

Written by

Share this article

Stay up to date with our content.

Written by

Share this article

Stay up to date with our content.

Bersua Ria Banner

COMMENTS

POPULAR STORIES

MORE ON KULTUR EKSTENSIF

Digital Shitpost account meets underground artistry, see the full collection here.

EXPLORE THE CULTURE,
ENGAGED WITH THE SCENE

Kultur Ekstensif is an independent curatorial media that explores in-depth on culture, lifestyle and everything in between. Our editorial content is not influenced by any commissions.

Subscribe to our newsletter

EXPLORE THE CULTURE,
ENGAGED WITH THE SCENE

Kultur Ekstensif is an independent curatorial media that explores in-depth on culture, lifestyle and everything in between. Our editorial content is not influenced by any commissions.

Search
Close this search box.

Stay up to date with our content.

Mixtape This Week