Volkgaze: Febby Gabriella “Consistency and Having The Right Partner”

Febby Gabriella and Her Exploration.
Images by Febby

Pada episode Volkgaze kali ini, kami mendapatkan kesempatan untuk dapat bercengkrama bersama Febby Gabriella atau yang lebih sering disapa sebagai Febby. Febby Gabriella merupakan fashion enthusiast yang banyak memberikan insights-insights tentang fashion melalui akun instagram pribadinya yaitu @febbygabriella. Dengan memanfaatkan platform instagram, Febby memulai karirnya sejak SMA dan terus berkembang hingga sekarang. 

Dengan kesibukannya menghandle clothing brand pribadinya (SAVE AND RAVE) dan juga creative agency (thingsaround) yang dimilikinya, Febby menyempatkan waktu untuk membagikan sedikit cerita-cerita tentang ketertarikannya dalam dunia Fashion dan industri kreatif ini

Simak percakapan kami dalam Volkgaze Febby Gabriella berikut ini: 

Halo kak Febby, boleh ga perkenalan sedikit nih?

Halo, aku Febby, aku bergerak di bidang fashion dan juga punya creative agency buat membantu brand-brand.

Fashion Inspired Kak Febby Darimana?

Kalo fashion insight dari pinterest dan kebawa sama lingkungan juga yang interestnya sama, karena kalau lingkungan pake apa kan pasti ikut juga dan kebawa juga akhirnya.

Kalo pertama kali into ke fashionnya itu kapan?

Into ke fashion itu udah lama, karena dari kecil aja udah suka centil pake baju-baju bahkan pake handuk buat fashion show, tapi kalo bener-bener into ke fashion itu pas SMA. SMA mulai suka mix n match baju ​​lalu munculah instagram, semakin banyak inspiration dari influencer luar negeri maupun indonesia.

Yang bikin kak Febby tertarik untuk bekerja di fashion industry itu apa sih?

Online, Fashion orang tuh cepet bosen karena orang kan ga mungkin pake baju yang itu terus-terusan jadi gimana cara fashion itu ga bosen dan akan berlanjut terus. Apalagi fashion itu ga pernah mati ya jadi makanya bikin aku tertarik untuk berada di bekerja di fashion industry. Tapi kalo aku pribadi karena aku suka explore diri aku dengan berbusana jadi challenging juga.

Images by Febby

Kalo favorite part bekerja di fashion industry dan creative industry itu sendiri apa?

Yang pasti ketemu temen baru dan juga explore, jadi nambah insight aku sendiri. Kalo di creative industry itu sendiri kan kita menghandle banyak client dan clientnya bisa dari fnb dan lain-lain. Nah itu bener-bener bikin kreativitas aku bertambah dan fav partnya itu sih jadi nambah ide-ide baru.

Kenapa akhirnya kak Febby bisa bikin fashion brand save n rave ini?

Sejak pandemi aku sudah mulai jualan preloved, hunting baju2 thrift yang aku jualin lagi tapi akhirnya aku mulai memberanikan diri aku dan percaya diri buat bangun brand save and rave.

Buat inspiration brandingnya dan design clothingnya save and rave sendiri dari mana? ada fashion designer yang memang diakui gak?

aku untuk brandingnya save n rave itu aku sukanya hal-hal yang minimalis, simple jadi orang tuh bisa pakai berulang-ulang kali. Untuk fashion designer sendiri aku lihat dari desainer-desainer luar negeri, luxury brand yg org mungkin belum bisa beli jadi kenapa kita ga buat dengan model yg mirip2 tpi dengan kemampuan beli yg tinggi, sistemnya ATM (amati tiru modifikasi).

Kalo buat kak Febby, yang paling berkesan dari proses di brand save n rave ini apa?

Yang paling berkesan mungkin dari beberapa aspek ya kayak misalnya di belakang layar karna kayak contohnya ada konveksi, para pekerjanya, seneng banget loh! dengan hasil karya mereka itu bisa ngasih impact ke orang lain kayak misalnya cuttingnya jadi bikin orang-orang lebih percaya diri. Dan juga dari customer itu sendiri sih.Jadi branding kita itu dimulai dari diri kita sendiri baru ke banyak orang.

Kenapa kak Febby tertarik bikin creative agency?

Karena yang aku lihat sekarang banyak orang yang bikin brand tapi gatau cara ngembanginnya jadi kenapa gak kita bantuin mereka supaya bisnisnya berkembang  dengan bantuin mereka dari awal dari bikin logo dan dari awal. Selain itu, tipe-tipe orang kan beda-beda, kreativitas orang beda-beda jadi buat aku berpikirnya jadi lebih luas aja .

Kesulitan-kesulitan selama bekerja di creative agency sendiri kira-kira apa aja?

Kesulitan pasti banyak sih kayak contohnya kalo photoshoot, harus ngandelin cuaca. Terus udah jadi pun kayak kalo branding kita pasti harus ngikutin kemauan customer dan kadang kan mereka suka plin plan dan pengen ganti ke yang lain jadi harus revisi, revisi. Jadi paling kesulitannya di revisi dan ide sih yaa brainstormingnya kan harus ngikutin maunya customer yaa dan ga bisa dadakan.

Gimana caranya kak Febby handle creative agency dan brand fashion sambil mengedepankan fashion entusiasmenya?

Yang pasti konsisten, dan kita hidupkan ga bisa sendiri jadi pasti butuh partner jadi pasti harus sesuai sama vision kita jadi dengan adanya partner ini sangat membantu kita untuk bisa mencapai keinginan dan tujuan kita dan juga konsisten! 

Written by

Share this article

Stay up to date with our content.

Written by

Share this article

Stay up to date with our content.

COMMENTS

POPULAR STORIES

MORE ON KULTUR EKSTENSIF

Bleach released an EP as a teaser for their upcoming album

EXPLORE THE CULTURE, ENGAGED TO THE SCENE

Kultur Ekstensif is an independent curatorial media that explores in-depth on culture, lifestyle and everything in between. Our editorial content is not influenced by any commissions.