Bersua Ria Banner
Bersua Ria Banner

Galih Johar “Never Satisfied and Look At Every Details”

The extraordinary and his life.
Image by: Galih Johar

Pada Volkgaze kali ini, kami mendapatkan kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Galih Johar atau yang biasa dikenal sebagai Galih. Galih Johar merupakan seniman asal Yogyakarta yang memulai karirnya sejak Ia kuliah. Galih sendiri sering menunjukkan karya-karyanya yang sangat unik melalui unggahan instagram pribadinya @galihjohar.

Disela-sela kesibukannya dalam menjalani solo exhibitonnya, Galih memberikan sedikit waktunya untuk membagikan cerita-cerita menarik tentang perjalanan dan juga pengalamannya sebagai seniman.

Simak percakapannya dalam Volkgaze Galih Johar berikut ini:


Boleh gak sih ceritain sedikit tentang proses bikin solo exhibition ini?

Boleh-boleh, sebenernya ini exhibitionnya itu dari open call proposal yang dibuka tahun lalu oleh Cemeti Institute yang jadwalnya di tahun ini diselenggarakan 2 kali yang pertama di Januari, awal taun dan di pertengahan taun. Kriterianya itu untuk presentasi dan konsep yang sudah matang jadi nanti tinggal pameran, dan project yang aku tampilin ini namanya ‘Tosan Edgy’.

Jadi ‘Tosan Edgy’ ini plesetan dari tosan aji yang merupakan senjata dari logam secara artistik, esoterik gitu yang dibuat dari jaman majapahit. Terus aku secara konsep plesetin namanya dari tosan aji jadi ‘Tosan Edgy’dan ini tuh turunan dari projek ‘Alterasi’ yang aku lakukan.

Yang paling berkesan dalam membuat solo exhibition ini apa?

Wah, tentu aja yang paling berkesan itu kompromi dan deal-dealan dengan banyak personal maupun institusi, itu yang paling berkesan menurut aku sejauh ini.

Kenapa paling menarik?

Karena ternyata semua yang aku konsepin itu harus menyesuaikan dengan banyak hal dengan cara yang baik.

Ide karya-karyanya dari mana sih?

Sebenernya, idenya itu, awal mulanya itu ya karena temuan-temuan. Aku dulu itu berkaryanya dari tanah, keramik-keramik. Terus aku menemukan banyak zat-zat di tanah yang ada di tubuh manusia dan ada beberapa agama yang mempercayai itu. Dari tanah kembali ke tanah, karna aku bermain dengan tanah maka sama aja, mungkin itu orang lain, jadi sebelum aku jadi medium, mungkin aku memanfaatkan medium, tanah itu. Terus aku juga menemukan ternyata zat-zat yang ada di tubuh manusia kalsium, kalium, dan verum ternyata juga ada di perangkat komputer, buku, dan kayu bahkan di mana-mana, jadi secara filosofis kalo aku pake medium lain pun itu masih tanah. Terus aku menemukan juga saat eksplorasi medium itu, bahwa objek yang aku gunakan itu asosiasinya sama referensi personal atau komunal, memori gitu. Misal aku pake gelas, itu terus gelasnya aku ubah, itu kan sebenernya memori dan referensi, ingatan akan fungsi dan ingatan akan personal “kayaknya bukan gini deh”, “kayaknya sehari-hari pakenya bukan gini deh”.

Terus, untuk pameran ‘Tosan Edgy’ ini dari temuan kalo ga cuma memori tapi juga berasosiasi dengan rasa, emosional gitu.

Solo exhibition ini akan sampe kapan?

Dari 21 Januari 2023 sampai 18 Februari 2023, sebulan. Jadi untuk ‘Manunggal’ karya-karya candy itu boleh dirasakan dan dicobain, apakah kalian mengkonsumsi itu sebagai permen atau

senjata, permen berbentuk senjata atau senjata yang rasanya permen. Rencana awalku bikin candy store, akan tetapi adanya penyesuaian sehingga menjadi exhibition view setelah malem openingnya.

Kesulitan dalam membuat karyanya apa?

Kalo kesulitan secara teknis itu biasa kadang berhasil kadang engga, yang lebih susah itu proses pemilihan visual. Aku nge sketch atau mencatat terus misalnya material ini dengan material ini akan terasa relate ga ya, kayak gitu sebenernya.

Pernah gagal dalam membuat suatu karya gak?

kegagalan teknis pastinya banyak banget. Kayak kok ga mantep ya? ya yaudah. Kalo misalnya aku ga mantep ya, biasanya aku buat ulang atau bikin yang lain deh.

Ada ga makna tersendiri dari setiap karyanya?

Jadi, tujuanku menggunakan medium visual, aku mau mentrigger memori, perasaan personal atau komunal. mainin valuenya lah.
Kayak kalo ngeliat atau menyaksikan itu terus ga merasa apa-apa, ga merasa jengkel atau apalah, aku merasa gagal, Jadi harus ngerasa sesuatu.

Dari seluruh proses pembuatan karyanya, kesannya apa?

Kesan-kesannya jadi lebih detail memperhatikan sesuatu dan juga memperhatikan dan mengulik value-valuenya.

Selain dari bikin karya, ada kesibukan lain ga?

Ada. Aku juga ngurus 2 kolektif yang aktif, Broken Pitch dan Children Power. Broken Pitch ini dari 2020, kayak platform multidisiplin gitu, jadi bisa apa aja bisa tiba-tiba bikin event party, tari, skateboard, dan lain-lain. Terus ada Children Power, fokusnya ke anak-anak kecil, masih berhubungan sama seni, misalnya kayak kolase atau kayak kemaren itu recycle plastik. Kalo Children Power ini baru, tahun 2022, awal tahun, jadi belom lama. Selebihnya aku kerja-kerja artistik yang misal butuh bantuan apa, aku bantu.

Pertama kali kenal seni ini darimana? Kapan nyadar bahwa diri sendiri suka seni dan terjun ke dunia seni ini?

Sebenernya aku nyeni ini dari kuliah, kuliahku dulu keramik. Awalnya, aku tuh pengen daftar antropologi atau sejarah, intinya ilmu budaya lah dan ga diterima. Akhirnya daftar kuliah pendidikan untuk jadi guru, ga di terima juga. Terus ibuku sendiri yang menyarankan untuk masuk kampus seni karena kata beliau aku suka gambar pada awalnya, terus masuk deh. Yaudah aku juga sebenernya gatau apa-apa. Baru 2-3 tahun dari aku masuk kuliah itu, aku berani pameran, pameran keramik. Bahkan sampe sekarang masih menggunakan medium keramik, cuma sekarang aku lebih mikir substansi, apa wacana yang mau dibawa jika menggunakan medium tertentu.

Dari semua karyanya, ada gak yang jadi panutan untuk membuat karyanya?

Kalo untuk ini, secara visual dan konsep, itu dari pemikiranku, seleraku dan referensiku sendiri sih Cuma kalo untuk patron, abang-abangan, ada pasangan kesenian namanya Gintani Swastika dan Uji hahan, biasanya aku banyak belajar dari mereka, secara ideologis dan cara berpikirnya.

Kalo disuruh pilih satu achievement dari seluruh achievement yang pernah didapetin?

Sebenernya aku belom merasa aku punya achievement. Jadi aku men-setting untuk gapernah puas, untuk yang aku lakukan sekarang, Karena bagiku, kalo udah merasa mencapai sesuatu akan riskan untuk jadi stuck.

Cara menyamakan idealis kalo lagi exhibition bersama gimana?

Menurunkan ego masing-masing, tau posisi, positioning gitu. Kalo aku sama banyak orang ya aku ga pake egoku doang, harus banyak penyesuaian. Lah wong pameran tunggal aja harus banyak penyesuaian, apalagi kalo pameran bersama.

Biasanya ngapain kalo brainstorming supaya ide-idenya muncul?

Melakukan hal yang kayak biasanya aja, ya nyapu kayak nyapu aja. Cuman mungkin aku sambil mikir terus dicatet. Jadi mungkin itu juga yang bikin aku kurang artikulatif kalau ngobrol karena sambil mikir.

Kalo ngeliat industri seni sekarang di indonesia, gimana pandangan kak Galih?

Ya, kalo aku sih, banyak orang yang mengerti. Mengerti dalam arti, tau manfaatnya, tau cara kerja dan sebagainya, dan itu bagus bagi kita untuk orang-orang di kesenian.

Apa yang bikin sampe sekarang terus berkarya?

Untuk sementara, ya karena udah terlanjur hehehe.

Pesan untuk seniman lain di luar sana yang juga lagi berkarya?

Ini sih mungkin, perhatikan lebih detail, itu aja. Itu juga sebenernya pesan untuk diri aku sendiri. Ini juga, sesuatu yang dibenci belom tentu tidak berguna. Balik lagi, harus melihat lebih detail, perhatiin aja, mungkin kita gasuka, mungkin itu berguna.

Written by

Share this article

Stay up to date with our content.

Written by

Share this article

Stay up to date with our content.

Bersua Ria Banner

COMMENTS

POPULAR STORIES

MORE ON KULTUR EKSTENSIF

EXPLORE THE CULTURE,
ENGAGED WITH THE SCENE

Kultur Ekstensif is an independent curatorial media that explores in-depth on culture, lifestyle and everything in between. Our editorial content is not influenced by any commissions.

Subscribe to our newsletter

EXPLORE THE CULTURE,
ENGAGED WITH THE SCENE

Kultur Ekstensif is an independent curatorial media that explores in-depth on culture, lifestyle and everything in between. Our editorial content is not influenced by any commissions.

Stay up to date with our content.

Mixtape This Week